minahasaland 1622-1644 juan ilranzo 1639 manila minahasa
minahasaland 1622-1644 juan ilranzo 1639 manila minahasa
maret april 2026 bulam bulan penuh berkat nuansa paskah...tourism histo digital journal...nuansa penginjilan kristen di bangsa minahasa raya tanah minahasaland 1622-1644 juga re note data base digital for prof JA kt ma 2003/8...post konsep hukum tua di minahasa raya
https://www.facebook.com/groups/638511343649642/permalink/1796276394539792/
juan ilranzo manila minahasa 1639 ...minahasa "Mereka tidak punya raja maupun tuan dan masing-masing menjadi tuan di rumahnya sendiri sesuai kehendaknya. Namun mereka rela dipimpin oleh ukung-ukungnya, tetapi tidak dalam segala hal"
https://www.facebook.com/share/p/1BztV2sSnL/
misi kristen di minahasa 1622-1644 era spanyol jesuit frater juan ilranzo manila-minahasa 1639 by family pastor frater frangky eq rengkung msc to vian togas s.teol
misi kristen di bangsa minahasa raya tanah minahasaland era spanyol jesuit frater juan ilranzo manila-minahasa 1639 by family pastor frater frangky eq rengkung msc to vian togas s.teol...gratzia pakatuan wo pakalawirzen terus panjang usia sejahtera blessed ...sola gratzia vide scriptura “Christus natus est, vixit, mortuus est, et resurrexit.”..christo rex deus vult ✝️πππ€
"Mereka tidak punya raja maupun tuan dan masing-masing menjadi tuan di rumahnya sendiri sesuai kehendaknya. Namun mereka rela dipimpin oleh ukung-ukungnya, tetapi tidak dalam segala hal."
https://www.facebook.com/groups/638511343649642/permalink/1170437607123677/?app=fbl
re memo PASTOR FRANGKY EKY RENGKUNG MSC di Tomohon Sulawesi Utara...gratzia sudara for ragam histo kristen di tanah bangsa minahasa raya for literasi digital minahasaland
pic
Blas Palomino O.F.M.
dan
Lorenzo Garralda O.F.M
Dua Misionaris dan Martir di Minahasa
1622 dan 1644
Y. van Paassen msc
Lotta Januari 2003
note pater juan lranzo ofm manila-minahasa 1639 ... by my family frater franky eq rengkung for study riset history ...at vian togas private family e-achive digital
[3/13, 7:09 AM] vian togas: Juan Iranzo OFM
Laporan tentang Misi Kristen-Katolik di Manado dan sekitarnya pada tahun 1639 - 1645.
Pada tahun 1639, saya bersama Bruder Francisco de Alcala, bertolak ke daerah Manado yang terletak kurang lebih 30 mil (Portugis) dari kerajaan Kolongan / Kalongan (di Sangihe Barat / Talaud) dan Tabukan (di Sangihe Timur). Di daerah Manado inilah, Martir kudus Pater Blas Palomino dengan Superiornya Diego de Rojas pernah bekerja (tahun 1619-1622), tapi mereka tidak diterima baik oleh penduduknya. Ini terungkap dalam surat beliau yang disimpan dalam Biara di Ternate. Pater kudus Diego de Rojas menjadi Superior di sana dan ia hanya mendapat ijin untuk mengunjungi Kali, tetapi tak seorangpun rela dibaptis.
Pada waktu itu, terdapat juga beberapa Pater lain di sana dan Pater-Pater Jesuit telah memiliki kubu dengan tentara-tentaranya di pantai; agar dapat menaklukkan penduduk. Namun mereka tidak berhasil karena penduduk pribumi sangat terikat pada dewa-dewinya, sehingga para Misionaris dan tentara-tentara itu terpaksa mundur.
Mula-mula para penduduk menolak untuk menerima saya, karena Iblis mempergunakan imam-imam kafir (walian-walian) untuk menghalangi saya dan mendorong mereka untuk mengatakan bahwa tidak ada gunanya membicarakan soal pembaptisan, karena mereka tidak bersedia membicarakannya. Namun saya begitu mendesak, sehingga akhirnya mereka mengambil keputusan untuk mengundang para pemimpin daerah-daerah tersebut (Ukung-ukung) untuk mengadakan musyawarah. Sesudah 15 hari, mereka memutuskan untuk menerima kami dengan syarat bahwa orang-orang Spanyol tidak akan memaksa mereka dengan kekerasan senjata untuk menjadi Kristen dan juga untuk tidak meninggalkan adat-istiadat mereka atau menghalang-halangi tari-tarian serta upacara korban (faso) sesuai adat mereka memuja dewa-dewinya. Di lain pihak, apabila terdapat orang-orang yang rela menjadi Kristen, maka mereka diijinkan. Mereka wajib hidup menurut kebiasaan sebagai orang Kristen.
Setelah mereka semua menyepakati syarat-syarat itu dan telah bersumpah menurut kebiasaan mereka, saya masuk ke daerah itu lebih jauh ke pedalaman yang belum pernah didatangi seorang Misionaris maupun serdadu Spanyol. Saya mengunjungi semua kampung yang terpencar-pencar pada
[3/13, 7:13 AM] vian togas: tiga propinsi (walak) itu yang berbatasan satu dengan yang lain. Daerah itu sangat berkesan bagi saya, karena makmur pangannya dan padat oleh desa yang banyak dan besar.
Rakyat di sana sangat banyak (sebenarnya tak terhitung jumlahnya), mudah sekali bergaul dan lembut hati. Mereka menerima saya dengan sangat sopan dan penuh hormat dan rakyat yang berjalan di belakang saya sedemikian banyak, sehingga kami tidak mampu berjalan lewat lorong-lorong. Mereka tidak membiarkan kami tidur dan beristirahat karena semuanya ingin melihat dan menjamah jubah dan ikat pinggang kami. Ketiga walak itu seluruhnya didiami orang-orang yang menyembah berhala. Mereka tidak punya raja maupun tuan dan masing-masing menjadi tuan di rumahnya sendiri sesuai kehendaknya. Namun mereka rela dipimpin oleh ukung-ukungnya, tetapi tidak dalam segala hal.
Saya mendirikan salib-salib di kampung-kampung terbaik dari ketiga walak itu. Kami menetap di dua kampung yang besar. Saya tinggal di kampung yang satu (Tomohon) dan di kampung yang lain itu (Kali), saya menempatkan Bruder Francisco de Alcala. Karena pekerjaan yang banyak dan kemelaratan yang dialami Bruder itu, kesehatannya sedemikian terguncang sehingga saya terpaksa memulangkannya. Sebagai penggantinya, datanglah konfrater Lorenzo Garralda (5), seorang Imam yang berasal dari Navara (Spanyol Utara) dan anggota propinsi Ordo ini (Propinsi Filipina dengan pusatnya di Manila dimana ia menerima jubah biarawannya.)
Selama setahun saya menahannya bersamaku untuk mengajarinya bahasa daerah (bahasa Tombulu?), sebab jika bahasa itu tidak dikuasai, tidak mungkin berbuat apa-apa. Selama itu, saya juga menguji dia dan telah menemukan dalam dirinya hampir semua keistimewaan yang perlu dimiliki seorang pelayan Injil Kudus. Secara khusus ia menjadi teladan gemilang dalam kesederhanaannya selama ia hidup di sini, 4 tahun lamanya. Ia tak pernah memiliki barang-barang duniawi. Kepribadiannya penuh cinta, sangat baik hati dan lembut terhadap semua orang. Oleh karenanya, ia juga sangat dicintai oleh mereka semua... Ia sedemikian berhasil dalam karyanya sehingga 740 anak dan orang dewasa dari antara orang-orang terkemuka di sana dibaptis. Ia sendiri membaptis dua pertiga dari mereka, seperti terbukti dari Buku Permandian. Kami mempersembahkan Korban Misa di semua kampung yang penting dan mendirikan salib-salib, hal mana sangat menyenangkan dan menggembirakan mereka semua.
Atas desakan semua ukung kampung Kali, yang menjadi kampung utama daerah itu, saya mengangkat pater Garralda menjadi pastor tetap di
....
Komentar
Posting Komentar